Langsung ke konten utama

MAKSUD HADIS NABI (TUGAS FIQHI)

 

maksud dari hadis  Nabi SAW.

“Tidak dibenarkan menghimpun dalam pernikahan seorang wanita dengan saudara perempuan bapaknya,tidak juga dengan saudara perempuan ibunya,tidak juga dengan anak perempuan  saudaranya yang lelaki dan tidak juga dengan anak saudaranya yang perempuan,karena kalau itu kamu lakukan ,kamu memutus hubungan kekeluargaan kamu”(HR.Thabrani)

 

 

Jawaban:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Pengharaman menghimpun dua wanita bersaudara berdasarkan nash (teks) al-Qur-an; dan tidak boleh pula (menggabungkan) antara wanita dengan bibinya dari pihak ayah dan antara wanita dengan bibinya dari pihak ibu. Tidak boleh wanita yang lebih tua dinikahi setelah saudara wanitanya yang lebih muda (dinikahi), atau sebaliknya. Karena telah termaktub dalam hadits shahih bahwa Nabi Shallallahu ‘aliahi wa sallam. melarang hal itu. Diriwayatkan bahwa beliau bersabda:

أَنَّكُمْ إِذَا فَعَلْتُمْ ذَلِكَ قَطَعْتُمْ بَيْنَ أَرْحَامِكُمْ.

‘Jika kalian melakukan hal itu, maka kalian telah memutuskan ikatan kekerabatan di antara kalian.’

 

Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari dikutip dalam kitabnya yang  berjudul at-Tibyân fî Nahyi ‘an Muqâtha’atil Arhâm wal Aqârib wal Ikhwân (Penjelasan tentang Larangan Memutus Hubungan Mahram, Kerabat, dan Persaudaraan) halaman 9, berpendapat bahwa yang paling wajib dilakukan oleh manusia adalah menjaga silaturahim atau tali keluarga dengan orang-orang yang termasuk kategori mahram (orang yang haram dinikahi), antara lain saudara kandung, ayah, ibu, kakek, nenek dan terus ke atas, serta paman dan bibi. Lain halnya dengan anggota keluarga yang bukan mahram semisal sepupu, yang tak sampai pada level wajib.

Islam melarang keras sikap semacam itu. Al-Qur’an, Sunnah, dan para ulama sepakat akan pentingnya tali kekeluargaan dan menilai pengingkaran terhadapnya sebagai perbuatan dosa,ini didasarkan pada firman Allah SWT:

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰ أَبْصَارَهُمْ

Artinya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka. (QS Muhammad:22-23)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENZALIMI DIRI SENDIRI (Pengertian, Klasifikasi, Akibat, Dalil dari hadis dan Al-qur'an)

  Yang dimaksud dengan orang yang zalim terhadap diri sendiri adalah orang-orang yang tidak bersikap adil pada dirinya, dalam artian ia bertindak yang tidak sesuai pada tempatnya berdasarkan kebenaran atau ketetapan syariat atas dirinya sendiri. Mereka yang dzalim pada dirinya sendiri ini disebut DZALIMUN LINAFSIHI, yakni orang-orang yang aniaya atas dirinya sendiri. » Pembahasan Zalim atau dzalim dalam islam adalah perilaku tercela yang tidak menempatkan sesuatu hal atau sesuatu perkara sesuai pada tempatnya berdasarkan ketentuan syariat islam. Lawan dari sikap zalim ini adalah adil. Dengan demikian, mereka yang zalim atas dirinya adalah mereka yang melakukan tidakan tidak adil pada diri sendiri. Mereka yang disebut golongan DZALIMUN LINAFSIHI ini adalah orang-orang yang menganiaya dirinya sendiri dengan jalan melakukan banyak perbuatan dosa sehingga amalan baiknya pun lebih sedikir ketimbang perbutan buruknya. Dzalimun Linafsihi sendiri adalah salah satu golongan manu...

TASYBIH DALAM BALAGAH (Pertanyaan, Pengertian, Pembagian, Contoh soal)

    ما هو التّشبيه ؟ التّشْبِيهُ هُوَ بَيَانُ اَنَّ شَيئًا اَوْاَشْيَاءَ شَارَكَتْ غيْرَهَا فِى صِفَةٍ اَوْ أكثَرَ,بِأدَةِ هِي الْكَافُ اَوْ نَحوُهَا مَلفُوْظَةً اَوْ مَلْحُوْظَةً.   اركان التشبيه أربعة ! أكتب !       أَدَاة التَّشْبِيه                                              المُشَبّه           المُشَبَّهُ بِه                                          وَجْهُ الشَّبَه   بيّن أركان التّشبيه فيما يأتى ! سُهَيْلٌ كَوَجْنَةِ الْحبَّ فِى اللَّوْنِ وَ قَلْبِ الْمُحِبِّ فِى الخَفقَا...